This post is written in Bahasa.

Avatar

Zuhri

  |  2 min reads

Preface #

Melakukan riset berhari-hari lalu bertemu pada suatu kebuntuan hingga muncul suatu simpulan, bahwasanya komputer adalah makhluk terbego diseluruh semesta.

Untuk membuat ia cerdas maka dibutuhkannya sumberdaya yang sangat besar, sedangkan sumberdaya itu sendiri terbatas.

Why? #

Mengapa sumber daya yang dibutuhkan besar? karena makhluk ini hanya memiliki 2 jenis keputusan, antara 1 dan 0, ya dan tidak. keputusan ini berbeda pada kasus manusia yang kemungkinan bisa bernilai 1.2 atau bisa saja ∆ (segitiga), karena kebebasan tersebut manusia memiliki banyak opsi untuk menggabungkan banyak informasi secara mandiri, lalu mengolah informasi tersebut menjadi satu kesimpulan, bahkan manusia bisa hidup tanpa perlu listrik dari adaptor made in china 5V/3A.

Namun saat ini banyak dari manusia berlomba-lomba untuk melatih makhluk bodoh tersebut agar dapat mereplika kecerdasan dirinya.

Pertanyaanya, mengapa manusia mereplikasi dirinya? jawabannya karena manusia terbatas, keresahan itu muncul atas banyak faktor, salah satu contoh faktor penyebab hal tersebut, menurut opini pribadi yakni hilangnya perbudakan, hal tersebut dihilangkan karena melanggar hak asasi diri sebagai manusia, karena hilangnya perbudakan, saat ini manusia menciptakan budak baru dari sekumpulan papan PCB yang hanya memahami 1 dan 0, dan terbukti berhasil.

Ia berhasil menciptakan budak tanpa ada kemungkinan apabila diperintah ia menolak atau melawan. Budak tersebut hanya perlu 2 syarat “beri saya listrik dan beri saya logika yang tepat.”

Tidak hanya itu, karena saking cerdasnya budak tersebut, saat ini ia diperintah oleh sang majikan untuk memperbudak manusia lain, dengan dalih mempermudah, dan benar ia mempermudah, akan tetapi dalam banyak kasus, kemudahan sering kali mendegradasi inti sari dari suatu proses, makhluk tersebut bisa secerdas itu karena melalui proses intensive tanpa mengeluh Mental illness ataupun tunggakan gaji yang belum dibayar oleh atasan, manusia saat ini hanya menerima distorsi output dari makhluk bodoh yang dibelakangnya diperintah serta dibumbui oleh sang majikan.

“Wahay budak, apabila dirimu sangat dibutuhkan oleh makhluk seperti diriku, maka tawarkan sumbangan membership agar output yang kamu berikan bisa lebih maksimal.”

Ia menciptakan suatu sistem lalu mengakali yg ia ciptakan, bahkan ia menjadi tuhan dalam keterbatasan dirinya, sungguh kecacatan yang sempurna.